Friday, June 3, 2016

Tugas Penulisan Softskill

Nama   : Zahrah Khairunnisa
Kelas    : 1PA14
NPM    : 17515381





PROSES PENGINDERAAN DAN PERSEPSI

 

  1. Hubungan-hubungan penginderaan
     
    Definisi penginderaan (sensation) menurut Wundt adalah penangkapan terhadap rangsang-rangsang dari luar dan dapat dianalisa sampai elemen-elemen yang terkecil.
     
    1. Indera Penglihatan
     
    Alat penglihatan utama adalah mata. Rangsang berupa gelombang cahaya masuk ke dalam bola mata melalui bagian-bagian mata. Proses cahaya masuk ke retina diteruskan berupa impuls menuju ke saraf (otak) sehingga  objek dapat terlihat. Gangguan pada indera penglihatan menimbulkan kelainan mata sebagai berikut:
     
        Myopi (rabun jauh)
        Hypermetropi (rabun dekat)
        Presbyopi
        Strabismus (mata juling)
        Astigmatisme
        Hemeralopi (rabun senja)
        Colour blind (buta warna)
     
    2.Indera  Pendengaran
     
    Alat pendengaran utama adalah telinga. Rangsang berupa gelombang suara masuk ke dalam telinga melalui bagian-bagian alat pendengaran. Gelombang suara merambat melalui 3 media:
     
        Udara
        Benda padat/tulang
        Cairan/endolymphe
     
    Bila seseorang tidak dapat mendengar, maka kemungkinan terjadi kerusakan pada pusat pendengaran yang menyebabkan gangguan fungsi intelek atau pada salah satu alat penerus rangsang (conductive deafness) yang tidak ada hubungannya dengan fungsi intelek.
     
    3.Indera  Pengecap
     
    Alat pengecap utama adalah lidah. Rangsang berupa larutan cairan melalui lidah (lingua) dan rongga mulut (cavumroris). Prosesnya adalah larutan atau cairan yang diterima lidah masuk ke rongga mulut diteruskan nervus ke-9 menuju gyrus centralis posterior (pusat sensibilitas di kulit otak). Pada lidah ada empat jenis penerima rangsang, yaitu : rasa manis, pahit, asin dan asam.
     
    4. Indera Pembau
     
    Alat pembau utama adalah hidung.  Rangsang berupa bau melalui udara menuju ke reseptor yang ada di rongga hidung (cavum nasalis). Prosesnya adalah bau diterima oleh rongga hidung diteruskan oleh nervus ke-1 (saraf pembau) menuju gyrus centralis posterior.

     
    5. Indera Perabaan
     
    Alat perabaan utama adalah kulit. Rangsang yang diterima tubuh manusia dapat berupa rangsang : mekanis, thermis, chemis, elektris, suara, cahaya. Perabaan adalah rangsang mekanis ringan pada bagian permukaan tubuh, khususnya yang tidak berambut seperti telapak kaki, bibir,dan lain-lain. Reseptornya adalah corpuscula meissner dan corpuscula pacini.
     
    Setiap sistem indera adalah suatu jenis hubungan, yang terdiri dari satu elemen yang sensitif (reseptor), saraf fiber memimpin dari reseptor ke otak atau sumsum tulang belakang, dan berbagai stasiun penerima dan daerah pemrosesan dalam otak.
     
     
  2. Proses Penginderaan
     

  1. Proses Penginderaan
     
    Penginderaan terjadi dalam suatu konteks tertentu, konteks ini disebut dunia persepsi. Ciri-ciri umum dari proses penginderaan tersebut, antara lain:
     
        Rangsang yang diterima harus sesuai dengan modalitas tiap-tiap indera, yaitu sifat sensoris dasar dari masing-masing indera (cahaya untuk penglihatan, bau untuk penciuman, dan lain-lain).
        Dunia persepsi mempunyai sifat ruang (dimensi ruang); kita dapat mengatakan atas-bawah, tinggi-rendah, dan luas-sempit.
        Dunia persepsi mempunyai dimensi waktu, seperti cepat-lambat dan tua-muda.
        Obyek atau gejala dalam dunia pengamatan mempunyai struktur yang menyatu dengan konteksnya. Keduanya merupakan suatu keseluruhan yang menyatu, seperti “pintu”. Kita melihat pintu tidak berdiri sendiri tetapi dalam ruang tertentu, di saat tertentu, letak atau posisi tertentu dan lain-lain.
        Kita cenderung menggunakan persepsi pada gejala-gejala yang mempunyai makna, yang ada hubungannya dengan tujuan dalam diri kita.
     
    Pengalaman inderawi (sensory experience) dipengaruhi dari sifat-sifat sangsang yang diterima sehingga kita mempunyai pengalaman inderawi yang dapat dipaparkan dalam dalam suatu bentangan yang disebut dimensi penginderaan. Dimensi penginderaan terdiri dari intensitas (kuat-lemahnya penginderaan suatu rangsang tertentu), ekstensitas (penghayatan terhadap tebal-tipis, luas-sempit), lamanya (penginderaan dapat berlangsung lama atau sebentar), kualitas (kualitas rangsang, misalnya nada merdu atau nada yang kasar, warna yang serasi atau tidak serasi).
     
  2. Dari Proses Penginderaan Ke Persepsi
     
    Persepsi dapat dikatakan sebagai apa yang dialami oleh manusia. Persepsi -pengalaman kita tentang dunia- muncul dari input penginderaan yang ditambah dengan cara kita memproses informasi penginderaan. Persepsi juga merupakan proses psikologis sebagai hasil penginderaan serta proses terakhir dari kesadaran, sehingga membentuk proses berpikir. Persepsi seseorang akan mempengaruhi proses belajar (minat) dan mendorong mahasiswa untuk melaksanakan sesuatu (motivasi) belajar.
     

  1. Proses Penginderaan Secara Visual
     
    Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Mata kita ini bisa melihat sebuah benda jika ada cahaya yang dipantulkan oleh  benda itu. Pantulan cahaya dari benda itu akan diterima oleh kornea. Lalu, diteruskan ke lensa mata kita melalui pupil. Nah, pada mata yang normal, lensa mata kita akan memfokuskan bayangan benda supaya jatuh tepat pada bintik kuning. Kemudian, sel-sel reseptor akan meneruskan rangsangan cahaya tadi ke pusat syaraf penglihatan kita di otak.
     
    Menurut Plotnik(2005:94), terdapat 7 tahap garis edar gelombang cahaya menuju bagian bola mata:
     
     

  1. Bayangan terbalik
  2. Gelombang cahaya
  3. kornea
    Merupakan bagian terluar dari bola mata kita yang tugasnya menerima cahaya dari sumber cahaya. Korena mata itu terletak di bagian paling depan. Tidak berwarna atau bening. Padahal seolah-olah, warna yang kita lihat adalah hitam, cokelat, biru, dan sebagainya. Itu sebenarnya, bukan warna kornea, tapi itu adalah warna iris yang letaknya ada di belakang kornea yang tembus karena kebeningan kornea mata kita.
     
  4. Pupil
    Pupil disebut juga anak mata. Ia adalah pembukaan di tengah mata. Kalau cahaya masuk ke mata kita, pasti melalui pupil. Lalu cahaya itu diteruskan melalui lensa yang memusatkan bayangan ke retina. Asal kamu tahu saja, ukuran pupil itu dikendalikan oleh otot. Kalau mata kita sedikit menangkap cahaya, maka pupil akan membesar. Kalau cahayanya semakin terang, pupil akan mengecil.
     
  5. Retina
    Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning.
     
  6. Buta Warna
    Buta Warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu akibat faktor genetis. Buta warna juga sering disebut gangguan persepsi warna. Penderita buta warna kesulitan membedakan nuansa warna atau buta terhadap warna tertentu.
     
    Buta warna sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu trikromasi, dikromasi dan monokromasi. Buta warna jenis trikomasi adalah perubahan sensitifitas warna dari satu jenis ataulebih sel kerucut.
     
     Tiga macam trikomasi yaitu:
     

  1.  Protanomali
    yang merupakan kelemahan warna merah,
  2. Deuteromali yaitu kelemahan warna hijau,
  3. Tritanomali (low blue)yaitu kelemahan warna biru.
     
  4. Proses Penginderaan Pendengaran
     
    Plotnik (2005:102)  menjelaskan mengenai indera pendengaran sebagai berikut:
    Sebagian besar dari kita berpikir bahwa kita mendengar dengan telinga, dan melalui telinga kita dapat membedakan, misalnya musik Rolling Stone dari gonggongan seekor anjing. Padahal sebenarnya, baik musik maupun gonggongan anjing, hanya menghasilkan gelombang suara, yang hanya merupakan rangsangan untuk pendengaran. Telinga menerima gelombang suara, tetapi otak yang secara nyata melakukan pendengaran, sehingga kita dapat membedakan nyanyian Stones “I can Get No Satisfaction” dari gonggongan anjing. Proses pendengaran ini rumit dan langkah pertamanya berasal dari telinga luar.
     
     
     
    a)    Telinga Luar
    Satu-satunya alasan mengapa telinga memiliki bentuk khusus dan menempel di sebelah luar kepala adalah untuk mengumpulkan gelombang suara. Maka gelombang suara yang dikeluarkan oleh Rolling Stone dikumpulkan oleh telinga luar kita.
    Telinga Luar terdiri dari 3 komponen: telinga bagian luar, saluran pendengaran, dan selaput gendang. Telinga bagian luar adalah suatu komponen berbentuk oval yang menonjol dari samping kepala. Fungsinya adalah untuk menangkap dan mengirim gelombang suara ke dalam saluran sempit yang disebut saluran pendengaran.
    ü  Saluran pendengaran berbentuk pipa panjang yang menyalurkan gelombang suara sampai menyentuh selaput tipis yang meregang kencang gendang telinga atau selaput gendang.
    Dalam beberapa kasus saluran pendengaran menjadi tersumbat akibat kotoran telinga yang mengganggu perjalanan gelombang suara menuju gendang telinga. Kotoran telinga sebaiknya dibersihkan oleh ahli telinga sehingga tidak merusak selaput gendang yang sangat sensitif.
    ü  Selaput gendang adalah suatu selaput tipis dan regang yang sering disebut gendang telinga. Gelombang suara menyentuh selaput gendang dan menyebabkannya bergetar. Selaput gendang menyalurkan getaran ke tulang pertama dari ketiga tulang kecil yang menempel di sana. Selaput gendang menjadi batas antar telinga luar dan telingan tengah.
    b)    Telinga Tengah
    Telinga Tengah berfungsi seperti pengeras suara radio, menangkap dan menambah atau mengeraskan getaran. Telinga Tengah adalah rongga tulang yang menonjol, yang masing-masing ujungnya dilapisi selaput. Kedua selaput dihubungkan oleh 3 tulang kecil yang disebut ossicles. Sesuai bentuknya, ketiga tulang tersebut lazimnya disebut masing-masing sebagai palu, peron/beranda dan sanggurdi/behel. Ossicles pertama palu  menempel pada bagian belakang selaput gendang. Ketika selaput gendang bergetar, palu juga bergetar. Selanjutnya, palu mengirim getaran itu ke beranda yang kemudian melanjutkannya pula ke sanggurdi/behel. Sanggurdi melakukan sambungan dengan selaput akhir yakni jendela oval. Ketiga ossicles bertindak seperti pengungkit yang sangat mengeraskan getaran, yang menyebabkan jendela oval yang menempel di situ bergetar.
                Jadi fungsi telingah tengah adalah menangkap getaran yang dihasilkan oleh selaput gendang, mengeraskan getaran, menyalurkannya ke jendela oval sebagai batas akhir telinga tengah dan batas awal telinga dalam. 
    c)    Telinga Dalam
    Telinga Dalam memiliki dua komponen utama yang dibungkus dengan rongga tulang: cochlea yang turut berperan serta dalam proses pendengaran, dan sistem vestibular yang memiliki peran dalam menjaga keseimbangan.
    Cochlea terletak pada telinga bagian dalam, yang bagian luarnya mempunyai tulang bergulung yang menyerupai rumah siput. Cochlea berisi alat penerima untuk mendengar, dan fungsinya adalah melakukan transduksi mengubah getaran menjadi rangsangan syaraf yang dikirim ke otak untuk diproses menjadi informasi pendengaran.

0 comments

Post a Comment