Nama : Zahrah Khairunnisa
Kelas : 1PA14
NPM : 17515381
Lanjutan dari bagaimana budidaya ikan lele di kolam terpal yang bagus
Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal
dengan teknologi Organik NASA Budidaya Lele di Kolam Terpal dengan Produk
Organik NASA. Budidaya ikan lele dengan media kolam terpal saat ini menjadi
pilihan paling favorit dibandingkan dengan media yang lain karena lebih ringkas,
praktis, hemat dan lebih mudah dikontrol. Cara ternak lele di kolam terpal ini
pun menjadi sangat populer dikarenakan mudahnya media dan bahan yang dibutuhkan
untuk membudidayakan ikan ini tanpa harus memiliki lahan yang luas. Ditambah
dengan menggunakan Produk Organik NASA (PT. Natural Nusantara) hasilnya pun
akan lebih maksimal. Cara Budidaya Ikan Lele dengan menggunakan Kolam Terpal
dengan produk Organik dari PT. NASA (TON, Viterna, POC NASA, HORMONIK) | toko
online Pupuk & Pestisida Organik NASA | Pemesanan Produk NASA bisa
menghubungi kami 081.804.234.864 (Distributor NASA Resmi) |
www.organiknusantara.com Keuntungan/Kelebihan Budidaya ikan Lele di Kolam
Terpal : Tidak membutuhkan lahan besar dan dapat disesuaikan dengan kapasitas
yang dimiliki, sehingga di perkarangan rumah pun kita dapat membudidayakannya.
Biaya yang dikeluarkan relatif lebih kecil. Tidak terpengaruh oleh kondisi
tanah, beberapa daerah mungkin mengandung tanah yang sudah terkontaminasi
dengan zat kimia dan tidak steril dari hama. Mudah dalam pengeringan dan
mengganti air agar tetap bersih. Lebih fleksibel dan dapat dipindahkan jika
diperlukan Mudah dalam mendeteksi hama penyakit. Mudah dalam mengamati
pertumbuhan dan perkembangan lele Pada saat panen akan lebih mudah dan sangat praktis
Cara Teknis Budidaya Ikan Lele Cara budidaya ikan lele di kolam terpal harus
disesuaikan dengan jumlah bibit lele yang akan dikembangbiakkan. Usahakan kolam
terpal nantinya masih menyisakan ruang yang cukup untuk pergerakan dan
perkembangan lele. Bahan yang perlu disiapkan : Siapkan terpal sesuai ukuran
yang diinginkan nantinya. Kayu, batu bata, papan, atau kerangka besi lainnya.
Tali, paku dan kawat atau alat penunjang untuk membuat kerangka. Jika kerangka
kayu tentu harus membutuhkan palu dan mungkin gergaji. Alat lainnya seperti lem
atau ember. Jenis Budidaya Lele Jika anda telah melakukan pembuatan kolam dan
kerangka maka tahap selanjutnya adalah menentukan jenis budidaya dan ternak
lele yang diinginkan. Secara garis besar ada 2 jenis ternak lele yang dilakukan
oleh petani lele. Ternak lele untuk pembibitan. Tujuan ternak ini adalah
membudidayakan lele untuk dijual lagi ke peternak lainnya dalam bentuk bibit
lele. Untuk budidaya bibit lele memang cukup menguntungkan, karena waktu yang
dibutuhkan tidak terlalu lama. Ukuran lele 2-3 cm dapat diperoleh dalam waktu 1
bulan, dan ukuran sedang 5-7 cm dapat diperoleh dalam waktu kurang lebih 2
bulan. Ternak Lele untuk konsumsi. Lele yang dibudidaya untuk tujuan di
konsumsi, artinya budidaya dilakukan sampai lele berukuran besar atau
proporsional untuk ukuran konsumsi. Jika Anda ingin berternak lele untuk tujuan
konsumsi, ada baiknya memilih jenis lele yang ukurannya sudah cukup sedang 6 –
7 cm agar mudah dan cepat dikembangbiakkan. Biasanya lele ukuran ini dapat
dikembangbiakkan dan siap konsumsi pada usia 3 – 4 bulan. Budidaya ikan lele
memang cukup menjanjikan namun budidaya lele yang baik harus memperhatikan
berbagai faktor. Pengetahuan akan tempat serta air dan pakan ikan lele akan
sangat membantu kesuksesan ternak lele. Lele termasuk ikan air tawar yang
memiliki daya tahan tubuh yang kuat sehingga tingkat keberhasilannya lebih baik
dibandingkan budidaya jenis ikan lainnya. Tahapan Cara Budidaya Lele Jika kolam
terpal telah disiapkan, maka tahapan budidaya lele selanjutnya adalah proses
memberikan air di kolam tersebut. Selain itu juga ada beberapa tahap untuk
memilih bibit lele yang baik. Penyebab Kegagalan Budidaya Lele Cara budidaya
lele mungkin telah diikuti dengan benar dan teliti, namun faktor kegagalan
tidak dapat dihindari di segala macam bisnis, termasuk dalam ternak lele. Ada
beberapa faktor yang dapat memungkinkan terjadinya kegagalan dalam beternak
lele. Hama yang ada dikolam. Hama ini dapat berupa bakteri yang mengganggu bagi
kesehatan dan pertumbuhan ikan lele. Selain itu, hama ini dapat berupa kucing
atau binatang lain yang dibiarkan berada di sekitar kolam. Terburu buru adalah
salah satu faktor kegagalan budidaya ikan lele. Ingin mendapatkan hasil yang
cepat dengan memberi makan sebanyak-banyaknya justru berbahaya bagi lele. Tidak
memisahkan ukuran lele yang besar dan kecil. Air tidak pernah di tambahkan atau
diganti jika telah kering. Cara budidaya ikan lele memang menjadi tantangan,
kesabaran dalam memulai bisnis ini dibutuhkan agar sukses. Apapun itu,
pengalaman ternak lele merupakan guru terbaik untuk anda. Jika anda telah
mencoba tentu akan menjadi mahir dalam berternak lele yang baik. Kunci
Keberhasilan Budidaya Lele di Kolam Terpal Untuk mendukung keberhasilan
budidaya ikan lele dalam kolam terpal, ada beberapa tips dan kunci yang bisa
digunakan, yaitu dengan penambahan TON sebagai formula untuk terapi air. TON
(Tambak Organik Nusantara) adalah pupuk khusus perikanan yang digunakan sebagai
pupuk kolam ikan. Produk TON bisa digunakan untuk semua jenis media kolam,
seperti kolam ikan media semen permanen, kolam ikan media terpal, kolam ikan
media tanah, kolam ikan model bak dengan media tong atau drum dan lain
sebagainya. Pemberian pupuk khusus perikanan TON pada budidaya perikanan jenis
apapun akan membantu menciptakan ekosistem kolam yang kondusif bagi pertumbuhan
ikan. Di samping itu juga membantu mempercepat pertumbuhan plankton sebagai
pakan alami ikan. Membantu mengurai senyawa beracun yang bisa membunuh ikan.
Membantu mempercepat pertumbuhan ikan sehingga panen bisa menjadi lebih cepat
tetapi tetap dengan bobot sebagaimana yang ditargetkan. Serta membantu
menyediakan suplai oksigen terlarut dalam air sehingga ekosistem kolam manjadi
sehat. Cara praktis aplikasi TON pada budidaya perikanan adalah : Campurkan air
10 liter + 2 sendok makan TON. Selanjutnya siram-siramkan atau percik-percikkan
larutan TON tersebut ke sekitar permukaan kolam ikan secara merata. Aplikasi
ini dilakukan idealnya setiap 1 munggu sekali. Aplikasi bisa ditingkatkan
intensitasnya apabila tiba musim hujan. Setiap kali turun hujan tebarkan
larutan TON untuk menetralkan asam yang terkandung pada air hujan yang masuk ke
kolam ikan. Aplikasi larutan TON juga perlu dilakukan pada saat air kolam
berbau menyengat. Kunci berikutnya adalah memberikan tambahan nutrisi dan
vitamin bagi ternak ikan lele melalui pakan pelet. Nutrisi dan vitamin yang
diberikan adalah VITERNA Plus, POC NASA dan HORMONIK. Pemberian TON, VITERNA
Plus, POC NASA dan HORMONIK sangat membantu untuk meningkatkan nafsu makan ikan
sehingga pertumbuhan ikan bisa dipercepat. Manfaat lain adalah membantu
menurunkan angka kematian ikan, mengatasi stress pada ikan, serta memberikan
peningkatan kualitas pada daging ikan yang dihasilkan serta rendah kolesterol.
Dengan pemberian ketiga vitamin tersebut akan menjaga pertumbuhan ikan lebih
seragam serta membantu mempercepat masa panen ikan, karena pertumbuhan ikan
lele berlangsung lebih cepat.
http://www.organiknusantara.com/2014/02/budidaya-lele-dengan-kolam-terpal.html
Cara pakai: TON (Pupuk Tambak Organik Nusantara) digunakan sebagai pupuk kolam
/ tambak. Campurkan 2 sendok makan TON (Pupuk Tambak Organik ) dengan 20liter
air kemudian siram-siramkan di air kolam untuk ukuran kolam 100m2 VITERNA +
hormonik+ POC NASA digunakan sebagai suplemen campuran pakan ikan. Campur jadi
satu wadah, 1 botol VITERNA 500 cc + 1 botol HORMONIK 100 cc + poc NASA 500cc.
Kemudian ambil 1 tutup (10 cc)tambahkan air secukupnya kemudian campurkan
dengan 2,5 Kg pakan apa saja.angin-anginkan dulu biar meresap baru di berikan
ke ikan. Manfaat VITERNA ,POC NASA, HORMONIK VITERNA Plus menggunakan teknologi
asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh ikan, yaitu
dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ikan. POC NASA yang mengandung
berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ikan, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe
dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan
pertumbuhan bobot harian ikan, meningkatkan ketahanan tubuh ikan, mengurangi
kadar kolesterol daging. Sedangkan HORMONIK lebih berfungsi sebagai zat
pengatur tumbuh bagi ikan. Di mana formula ini akan sangat membantu
meningkatkan pertumbuhan ikan secara keseluruhan. Meningkatkan nafsu makan
ikan, ikan tidak stress, sehat, tahan penyakit, angka kematian sangat rendah,
menghasilkan daging ikan bermutu tinggi karena rendah kolesterol.
0 comments
Post a Comment