Nama : Zahrah Khairunnisa
Kelas : 1PA14
NPM : 17515381
LAPORAN
PRAKTIKUM PSIKOLOGI FAAL
|
Nama Mahasiswa : Zahrah
Khairunnisa
NPM : 17515381
Tanggal Pemeriksaan: 31
Maret 2016
|
Nama Asisten : 1. Gesia Asyara
2. Rama Rifaldi
Paraf Asisten :
|
- Percobaan : Indera PenglihatanNama Percobaan : Refleks (reaksi pupil)Nama Subjek Percobaan : Zahrah KTempat Percobaan : Laboratorium Psikologi Faal
- Tujuan Percobaan : Untuk mengetahui serta memahami reaksi reaksi yang terjadi pada bola mata
- Dasar Teori : Mata adalah organ untuk penglihatan. Mata adalah bagian dari sistem sensorik. Untuk melihat suatu hal. Bila kita melihat struktur pada mata terdapat bagian-bagian mata yang tersusun atas selaput putih,selaput koroid atau selaput hitam dan selaput jala atau retina. Selaput putih merupakan bagian luar bola mata manusia yang merupakan lapisan paling kuat. Selaput hitam adalah lapisan tengah bola mata yang banyak mengandung pembuluh darah dan berfungsi sebagai memberi nutrisi dan oksigen ke dalam mataserta menyerap cahaya yang memantul ke mata. Pada koroid memiliki iris dan pupil. Pupil adalah bola mata yang terletak pada bagian depan mata yang memungkinkan gelombang cahaya memasuki bagian dalam mata.(the pupil is a round opening at the front of your eye that allow light waves to pass in to the eye’s interior.) Ukuran pupil pada saat tertentu merupakan hasil keseimbangan antara rangsangan simpatis dan parasimpatis. Rangsangan simpatis untuk memperlebar pupil mata, sedangkan parasimpatis untuk memperkecil pupil. Pupil mengecil karena cahaya diatur oleh iris sesuai dengan intensitas cahaya yang diterima oleh mata,dimana di tempat gelap pupil membesar,ditempat terang pupil mengecil. Pupil kanan dan kiri hampir sama ukurannya. Bila sama ukurannya disebut isokoria,bila berbeda disebut anisokorida. Pada bagian belakang bola mata terdapat bintik kuning yang merupakan tempat penerima beda yang dilihat oleh mata. Karena ditempat ini terdapat sel batang(basilus)dan sel kerucut(conus) sebagai reseptor penglihatan. Pada bagian superiornya terdapat bintik buta (blind spot) yang tidak peka terhadap cahaya.
- Alat yang Digunakan : Cermin,senter, sedotan sepanjang 15 mm.
- Jalannya Percobaan : 1.1 Secara langsung, menggunakan senter tanpa ada perantara apapun.1.2 Secara langsung, menggunakan senter dan sedotan.1.3 Secara langsung,menggunakan senter dan cermin.
- Hasil Percobaan : 1.1 Reaksi pupil mata yang terkena cahaya secara tiba-tiba,pupil akan mengecil cepat dan iris mendekat cepat. mata yang tidak terkena cahaya secara tiba-tiba,pupil mengecil secara lambat dan iris mendekat secara lambat.
- Pupil mata tergantung iris(semacam otak kecil). Iris mempunyai 2 sifat,yaitu:
- Mendekati jika cahaya terlalu terang
- Menjauh ketika cahaya masuk terlalu red up
- Jika mata tidak siap terkena cahaya, pupil mengecil secara langsung,namun jika siap terkena cahaya,pupil mengecil perlahan.
- Kesimpulan : Pupil adalah bagian dari bola mata yang menerima cahaya. Jika cahaya masuk secara tiba-tiba maka pupil akan mengecil cepat, jika tidak terkena cahaya secara tiba-tiba,maka pupil akan mengecil secara lambat.
- Daftar Pustaka : Basuki, Heru A.M. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.Irfan, Anshory. (1999). Acuan Pelajaran Biologi SMU. Jakarta: ErlanggaRevolusi Belajar Konsep Dasa & The King XI IPA. (2013). Bandung: Ganesha Operation.
- Percobaan : Indera PenglihatanNama Percobaan : Aliran darah pada retina(peristiwa entropis)Nama Subjek Percobaan : TiaraTempat Percobaan : Laboratorium Psikologi Faal
- Tujuan Percobaan : Untuk melihat bahwa pada mata terdapat erittrosit yang berjalan sepanjang pembuluh darah arteri atau vena
- Dasar Teori : Retina atau selaput jala adalah lapisan yang sangat tipis dari jaringan yang di dalam mata. Fungsi retina mata untuk menangkap sinar cahaya yang masuk ke mata. Impuls cahaya kemudian dikirim ke otak untuk diproses melalui saraf optik. Retina memiliki sel fotoreseptor yang berfungsi untuk menerima cahaya. Sel-sel fotoreseptor pada retina terdiri atas sel-sel batang dan sel-sel kerucut. Lapisan terdalam pada retina terdapat pembuluh darah arteri atau pembuluh nadi. Pembuluh darah arteri atau pembuluh nadi yang terdapat pada retina berfungsi untuk membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh,sedangkan pembuluh darah vena berfungsi membawa darah dari tubuh ke jantung. Kedua pembuluh darah ini juga mengatur Aliran darah pada mata. Dalam peristiwa entropis sangat membutuhkan kemampuan visual mata. Peristiwa entropis seperti aliran darah dalam Kapiler di retina,Sumber cahaya yang kecil, Proyeksi cahaya melalui pupil dapat dicapai Sehingga bayangan pembuluh darah retinalah yang menimbulkan persepsi Bayang-bayang. Karena itu,gerakan sinar yang konstan diperlukan untuk dapat melihat cabang pembuluh darah yang bentuknya mirip seperti cabang pohon. Dan apabila seseorang menderita anemia,maka mata akan terlihat bintik-bintik putih.
- Alat yang Digunakan : Senter,kaca riben
- Jalannya Percobaan : 1.1 Dari samping,menggunakan senter1.2 Dari samping,menggunakan kaca riben
- Hasil Percobaan : 1.1 Jika praktikan melirik ke arah kiri, dan ke arah kanan,matanya diberi cahaya senter dan sebaliknya, maka pada retina akan terlihat pembuluh arteri (pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh,disebut pembuluh nadi).
- Kesimpulan : - Retina atau selaput jala merupakan bagian mata untuk menangkap sinar cahaya yang masuk ke dalam mata.-Peristiwa entropis berfungsi untuk melihat eritrosit yang berjalan sepanjang pembuluh darah arteri atau vena.
- Daftar Pustaka : Basuki, Heru A.M. (2008). Psikologi Umum.Jakarta: Universitas Gunadarma.Campbell, Neil A. (2012). Biologi edisiKehidupan jilid 3. Jakarta:Erlangga.Guyton, Hall. (2006). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC Medical Publisher.
- Percobaan : Indera PenglihatanNama Percobaan : Visus (Ketajaman Penglihatan)Nama Subjek Percobaan : Zahrah KTempat Percobaan : Laboratorium Psikologi Faal
- Tujuan Percobaan : Untuk mengetahui ketajaman penglihatan seseorang
- Dasar Teori : Ketajaman penglihatan merupakan kemampuan sistem penglihatan untuk membedakan berbagai bentuk. Penglihatan yang optimal hanya dapat dicapai apabila terdapat suatu jalur saraf visual yang utuh,struktur mata yang sehat,serta kemampuan fokus mata yang tepat. Secara klinis, derajat ketajaman anak-anak Mencapai nilai yang mendekati 6/6 saat mencapai usia 5 tahun. Hal ini dikarenakan pemeriksaan visus pada anak-anak secara subjektif maupun objektif tidak dapat menghasilkan data yang valid. Ketajaman penglihatan dapat dibagi lagi menjadi recognitionacuity dan resolution acuity. Recognition acuity adalah ketajaman penglihatan dari huruf terkecil. Resolution acuity adalah kemampuan mata yang dapat mengenali dua titik ataupun benda yang mempunyai jarak sebagai dua objek yang berbeda. Untuk dapat melihat, stimulus (cahaya) Harus jatuh di reseptor dalam retina kemudian Diteruskan ke pusat penglihatan. Ketajaman penglihatan inilah yang disebut Visus. Untuk mengetahui visus adalah Dengan menggunakan suatu pemecahan matematis yang menyatakan perbandingan2 jarak,yang merupakan perbandingan ketajaman penglihatan seseorang dengan ketajaman penglihatan normal. Dalam praktekyang digunakan Optotype Snellen rumusnya: V= d/D. Makin tua usia seseorang,makin jauh jarak Punctum proximum(PP)nya. Karena,berkurangnya elastisitas penuaan adalah akibat terjadinya pengapuran. Kalsifikasi ini juga dapat menyebabkan katarak pada kornea. Penglihatan mata normal disebut emetropi.Sedangkan rabun jauh di namakan myopi, penyebabnya lensa mata terlalu cembung dan untuk mengatasinya diperlukan kacamata berlensa cekung(negative). Rabun dekat dinamakan hypermetropi. Penyebabnya lensa mata terlalu pipih dan untuk mengatasinya diperlukan kacamata berlensa cembung (positive). Sedangkan, bila seseorang mengalami rabun jauh dan rabun dekat secara bersamaandi namakan astigmatisma,dan dapat dibantudengan menggunakan kacamata berlensa silindirs.
- Alat yang Digunakan : Optotype Snellen
- Jalannya Percobaan : Praktikan berdiri sendiri sejauh 3,5 meter dari Optotype Snellen.
- Hasil Percobaan : Tidak ada hasil sebenarnya. Karena,ketajaman penglihatan manusia berbeda-beda.
- Kesimpulan : -Visus adalah cara untuk mengetahui ketajaman penglihatan seseorang.
- rabun jauh dinamakan myopi,rabun dekat dinamakan hypermetropi.
- Daftar Pustaka : Campbell, Neil A. (2012). Biologi edisi Kehidupan jilid 3. Jakarta:Erlangga.Pearce, Evelyn C. (1999). Anatomi Dan Fisiologi untuk Para Medis. Jakarta: Gramedia Pustaka UtamaPuspitawati, Ira. (1999). Psikologi Faal. Jakarta:Gunadarma.
- Percobaan : Indera PenglihatanNama Percobaan : Membedakan warna dan percampuran warna secara objektifNama Subjek Percobaan : TiaraTempat Percobaan : Laboratorium Psikologi Faal
- Tujuan Percobaan : Untuk mengetahui apakah seseorang dapat membedakan warna atau buta warna.
- Dasar Teori : Penglihatan warna sangat dipengaruhi oleh tiga macam pigmen didalam sel kerucut atau conus menjadi peka secara selektif terhadap warna merah,biru dan hijau. Teori penting pertama mengenai penglihatan warna adalah dari young,yang kemudian di kembangkan dan diberi dasar eksperi mental lebih mendalam oleh Helmholtz.Menurut teori ini ada 3 macam conus:
- Conus yang menerima warna hijau
- Conus yang menerima warna merah
- Conus yang menerima warna biruKetiga conus itu mengandung zat Photokemis. Yaitu substansi yang dapat dipecah oleh sinar matahari. Jika ketiga macam conus itu mendapat rangsang bersama-sama,maka perbandingan berbeda-beda. Contohnya cahaya monokromatik merah dengan panjang gelombang 610 milimikron merangsang kerucut merah ke suatu nilai rangsang sebesar kira-kira 0.75. sedangkan ia merangsang kerucut hijau ke suatu nilai rangsang sebesar 0.13 dan kerucut biru sama sekali tidak dirangsang. Jadi rasio perangsangan dari ketiga conus dalam hal ini adalah 75 : 13 : 0.Buta warna adalah ketidakmampuan membedakan dua atau lebih corak/jenis spectrum warna. Terdapat beberapa jenis buta warna:
- Monokromat adalah buta warna total
- Dikromat adalah kesulitan untuk melihat dan membedakan warna merah dan hijau,karena mereka hanya mempunyai dua jenis cones. Ini merupakan kerusakan genetik yang diwariskan dan kebanyakan ditemukan pada pria.Selanjutnya dijelaskan oleh Plotnik bahwa orang tidak selalu menyadari bahwa dirinya mengalami buta warna. Oleh karena itu diperlukan tes buta warna.
- Alat yang Digunakan : Kaca,benang wol berbagai warna,kertas berwarna merah,hijau,kuning dan biru.
- Jalannya Percobaan : 1.1 Percobaan langsung pada kaca dan kertas warna1.2 Percobaan langsung dengan benang wol
- Hasil Percobaan : 1.1 Kartu merah dan kartu biru mengahasilkan warna ungu. Kartu dan kuning menghasil- kan warna orange. Kartu kuning dan biru menghasilkan warna hijau.1.2 Percobaan dengan benang wol disebut dengan uji Holmgren. Dan hijau merupakan warna netral.
- Kesimpulan : Buta warna merupakan kelainan yang disebabkan karena factor genetis atau keturunan. Dan warna hijau merupakan warna penetral.
- Daftar Pustaka : Basuki, Heru A.M. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas GunadarmaPuspitawati, Ira. (1999). Psikologi Faal. Jakarta:Gunadarma.Riyanti, B.P Dwi. (1999). Psikologi Umum 1. Jakarta:Gunadarma.

Zahrah Khairunnisa
0 comments
Post a Comment