Friday, June 3, 2016

Tugas Penulisan Softskill

Nama : Zahrah Khairunnisa
Kelas  : 1PA14
NPM  : 17515381


Motivasi 

  1. Pengertian Motivasi

Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi berasal dari kata motif yang berarti "dorongan" atau rangsangan atau "daya penggerak" yang ada dalam diri seseorang. Menurut Weiner (1990) yang dikutip Elliot et al. (2000), motivasi didefenisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu.

 

  1. Siklus Motivasi
     

Motivasi memiliki sifat siklus. Pertama, motivasi dibangkitkan, kemudian memicu tingkah laku yang membawa pada tujuan, dan akhirnya setelah tujuan tercapai, motivasi tadi berakhir. Proses terjadinya siklus motivasi dapat dilihat di bawah ini:

 

Tahap pertama, keadaan yang mendorong, yang biasa disebut drive. Istilah drive sering digunakan saat keadaan motif memiliki dasar biologis atau fisiologis. Drive

dipandang sebagai pendorong seseorang untuk bertindak. Drive dapat muncul bila organisme kekurangan sesuatu atau memiliki kebutuhan. Drive juga bisa muncl bila ada stimulas dari lingkungan.

Tahap kedua, tingkah laku, yang ditimbulkan oleh karena adanya Drive. Sebagai contoh rasa lapar mendorong manusia untuk mencari makanan. Cepat atau lambat, bila tingkah laku itu berhasil, maka baik kebutuhan maupun drive akan berkurang. Dengan perkataan lain, tingkah laku pencarian makanan oleh manusia tadi merupakan alat untuk mendapatkan makanan dan mengurangi dorongan lapar.

Tahap ketiga, tingkah laku manusia diarahkan pada tahap ketiga dari siklus  motifasional, yaitu mencapai tujuan. Contoh siklus motivasi ini adalah pada rasa haus. Kekurangan air pada tubuh menimbulkan kebutuhan dan dorongan (tahap I), memunculkan tingkah laku mencari air minum (tahap II), yang merupakan tujuan (tahap III). Minum meredakan kebutuhan air dalam tubuh sehingga rasa haus terpuaskan, dan siklus motifasional berhenti. Tetapi dengan segera kebutuhan akan air timbul kembali, maka manusia akan memulai kembali siklus motifasionalnya.

 

  1. Teori Motivasi

S.S. Sargent & Williamson (1966) menelusuri berbagai pendekatan dan teori tentang motif anatara lain :

1.   Teori Insting

Teori yang dikembangkan oleh W. James, Mc. Dougall, E.L. Thordike (1920), bahwa perilaku manusia sangat bervariasi, tergantung dari lingkungan, sehingga tidak dapat dijelaskan dengan insting secara universal. Insting masih tetap dipakai untuk perilaku-perilaku yang jelas diturunkan, tidak dipelajari dan universal bagi mahluk tertentu

2.   Konsep Dorongan (drive)

Penyebab perilaku pada ketegangan (tension), ketegangan-ketegangan ini menimbulkan dorongan untuk berperilaku tertentu sehingga dianggap sebagai perilaku. Umumnya dorongan menyangkut perilaku yang bersifat biologik dan fisiologik. E. C. Tolman membagi dorongan dalam dua jenis, yaitu hasrat (appetites) dan pengingkaran (aversion)

 

  1. Jenis-Jenis Motivasi
     

  1. Motivasi prestasi. Orang dengan tipe motivasi ini fokus pada pencapaian tujuan. Motivasi ini membentuk dasar bagi kehidupan yang baik, memberikan motivasi kepribadian dinamis dan menghormati diri sendiri. Orang biasanya menetapkan target yang dicapai tidak terlalu sulit dalam pencapaian. Dengan melakukan ini, mereka memastikan melakukan tugas-tugas yang bisa mereka capai.
  2. Motivasi peningkatan diri. Jika Anda tidak mendapatkan motivasi dari luar, temukan motivasi dari diri sendiri. Motivasi diri adalah kemampuan untuk memenuhi keinginan, harapan, atau tujuan tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Motivasi diri penting untuk mencapai kesuksesan dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi. Menurut hirarki kebutuhan Maslow, orang memiliki kebutuhan manusia diatur dalam tangga lima langkah. Sebelum lebih tinggi tingkat kebutuhan diaktifkan, tingkat kebutuhan lebih rendah harus dipenuhi. Dalam urutan, kebutuhan bersifat fisiologis, keamanan, sosial, harga diri, dan aktualisasi diri.
  3. Motivasi ekstrinsik. Bentuk motivasi yang memanifestasikan dirinya positif serta negatif. Motivasi positif muncul dalam bentuk hadiah atau mengobati, dan dapat dinyatakan dalam arti negatif dengan cara memeras atau mengancam. Motivas ekstrinsik berlaku pada kedua kasus dan efektif.
  4.  Motivasi takut. Ketakutan juga merupakan salah satu motivasi. Kita “takut” mengemudi di sisi jalan yang salah. Kita takut berjalan terlalu dekat dengan tepi tebing. Kita takut bahan kimia beracun. Ketakutan ini memotivasi kita untuk membuat keputusan yang baik soal keselamatan kita. Tapi jangan biarkan menjadi kebiasaan yang dapat mengendalikan kita. Jika kita tidak bisa melawan dengan cara positif, lakukan secara kreatif.
  5.    Motivasi investasi. Penting untuk menginvestasikan diri secara fisik, emosional, dan finansial dalam suatu tugas. Semakin diinvestasikan dalam suatu tugas, semakin besar kemungkinan ia akan mampu melakukan pekerjaan dengan baik dan lengkap. Contohnya, jika mimpi menjadi seorang penyanyi, ia harus memiliki komitmen togal dalam mencapai tujuan ini. Ia perlu bekerja keras pada apa yang ingin dicapai.
  6. Motivasi sosial. Banyak orang menganggap kehidupan sosial mereka sebagai motivasi terbesar mereka. Teman-teman mereka adalah motivator terbaik mereka. Ide untuk diterima di antara sekelompok orang adalah motivasi untuk mencapai tujuan hidup. Penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung dipengaruhi motivasi sosial untuk melakukan tugas-tugas seperti itu untuk menyenangkan orang-orang yang mereka kagumi atau hormati.
  7. Motivasi sikap. Jika Anda berpikir positif, Anda bisa mencapai hal-hal yang kadang dianggap tidak realistis oleh orang lain. Sikap positif membantu Anda membangun hubungan yang kuat dan tetap termotivasi. Jika Anda memiliki tujuan dalam pikiran namun kurang motivasi, cobalah miliki sikap positif. Ini akan menaikkan motivasi Anda sendiri.

0 comments

Post a Comment