Friday, June 3, 2016

Tugas Penulisan Softskill

Nama   : Zahrah Khairunnisa
Kelas    : 1PA14
Npm     : 17515381


      Perasaan dan Emosi


    Biasanya, di dalam emosi terkandung perasaan yang di miliki oleh setiap orang. Oleh karena itu pembicaraan tentang emosi dan perasaan tidak pernah lepas dari unsur manusia. Dari beberapa pendapat tentang emosi dan perasaan yang di kemukakan oleh para ahli pada umumnya sepakat bahwa perasaan itu di artikan sebagai keadaan yang di rasakan sedang terjadi dalam diri seseorang dan sedangkan emosi terjadi hanya ketika seseorang merasakan sesuatu terjadi dalam dirinya.


 Menurut Walgito perasan dan emosi pada umumnya digambarkan sebagai keadaan kejiwaan pada organisme atau individu yang ditimbulkan oleh adanya peristiwa atau persepsi yang dialami oleh organisme. Pada umumnya organisme tadi akan mengalami goncangan-goncangan akibat peristiwa atau keadaan tersebut.


 


  1. Perasaan
     


  1. Pengertian Perasaan


Perasaan ialah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang/tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan dia bersifat subyektif.


Berlainan  dengan berfikir, maka perasaan itu bersifat subyektif, banyak dipengaruhi oleh keadaan diri seseorang. Perasaan umumnya bersangkutan dengan fungsi mengenal artinya perasaan dapat timbul karena mengamati, menanggap, menghayalkan, mengingat-ingat, atau memikirkan sesuatu.


  1. Jenis-jenis Perasaan


1. Gembira dan kegirangan


Meskipun biasanya perasaan bahagia menunjukkan keadaan jiwa yang sihat, kegembiraan yang berlebihan atau euforia dapat menunjukkan keadaan fizikal dan mental yang tidak sihat. Seseorang yang selalu tampak girang sepanjang waktu berisiko mengalami gangguan jantung atau paling tidak yang lebih masuk akal adalah gangguan mental.


 


2. Gelisah dan resah


 


Menurut ilmu perubatan China, rasa panik dan gelisah yang muncul sepanjang waktu juga berhubungan dengan kesihatan jantung. Terlebih jika kegelisahan itu disertai gejala-gejala seperti palpilasi (palpitations) atau jantung berdebar dan peluh dingin.


 


3. Risau


 


Seseorang yang selalu merasa risau kemungkinan menghadapi masalah dengan kelenjar limpa yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Gejala lain yang menyertai biasanya adalah nafsu makan berkurang, anggota badan terasa lemah, perut kembung dan menstruasi (haid) tidak teratur.


 


4. Sedih dan pilu


 


Masalah pada sistem pernafasan terutama paru-paru boleh membuat seseorang nampak selalu sedih sepanjang hari. Kebetulan, serangan asma dan radang tekak cenderung juga lebih sering terjadi dalam suasana duka, batuk-batuk lebih sering dialami orang yang hidupnya menderita.


 


5. Takut


 


Jika bukan kerana sifatnya yang memang penakut, seseorang yang selalu ketakutan mungkin punya masalah dengan ginjal. Kemungkinan lainnya adalah tekanan berlebih pada tulang punggung bahagian bawah, infeksi saluran kencing atau gangguan fungsi seksual.


 


6. Marah


 


Ilmu perubatan China mengenal energi Qi, yang jika mengalami peningkatan secara berlebih kesannya boleh membuat seseorang jadi lebih pemarah. Peningkatan energi Qi juga berhubungan dengan munculnya masalah pada hati, serta berbagai gejala seperti sakit kepala, pening dan mata merah.


 


Demikian 6 jenis perasaan manusia. Jadi apakah perasaan Anda sekarang ini? Bosan? oh ya.. walaupun bosan berkaitan dengan perasaan namun ia tidak termasuk dalam kategori UTAMA perasaan manusia.


 


Berperasaan ini normal cuma jangan berlebihan dalam berperasaan nanti memakan diri. Cari sesuatu pengganti untuk mengubati perasaan Anda, sebagai contoh jika Anda sedih buat perkara yang dapat mengurang dan menghilangkan kesedihan Anda.


 


Agama Islam pun ada mengajar umatnya untuk mengawal perasaan marah: Bila Anda marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Bila duduk masih marah, maka berbaringlah. Kerana Nabi Muhammad (SAW) pernah bersabda, maksudnya; Maka apabila salah seorang diantaramu marah dalam keadaan berdiri, duduklah, dan apabila dalam keadaan duduk, berbaringlah!


 


 


  1. Emosi
     


  1. Pengertian Emosi
     
    Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis, émotion, dari émouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. Kebanyakan ahli yakin bahwa emosi lebih cepat berlalu daripada suasana hati. Jadi, Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu dan emosi reaksi terhadap seseorang atau kejadian.
     
    Contoh berbagai macam ekspresi emosi manusia:
     
    Description: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5f/Emotions.jpg/325px-Emotions.jpg
     
  2. Display Rules
     
    Menurut Ekman dan Friesen (Carlson, 1987) adanya tiga rules yaitu, masking, modulation,dan simulatio.
     
    1. Masking
    Mesking adalah keadaan seseorang yang dapat menyembunyikan atau dapat menutupi emosi yang ada didalamnya. Emosi yang dialaminya tidak tercetus keluar melalui ekspresi kejasmanianya. Misalnya orang yangsangat sedih kehilangan anggota keluarganya kesedihan tersebut dapat diredam atau ditutupi, dan tidak adanya gejala kejasmanian yang menyebabkan tampaknya rasa sedih tersebut.
    2. Modulation (modulasi)
    Modolation adalah orang tidak dapat meredam secara tuntas mengenai gejala kejasmanianya, tapi hanya dapat menguranginya saja. Misalnya karna ia sedih menangis (gejala kejasmanian)tetapi tangisanya tidak mencuat-cuat.
    3. Simulation (simulasi)
    Pada simulation orang tidak mengalami emosi, tetapi ia seolah-olah mengalami emosi dengan menampakan gejala-gejala kejasmanian. Menurut Ekman dan Friesen (Carlson, 1987) mengenai etis kalau menangis dengan meronta-ronta di hadapan umum sekalipun kehilangan anggota keluarganya.


 


  1. Teori-Teori Emosi


• Teori James-Lange


Teori ini dinyatakan di akhir abad ke-19 oleh James dan psikolog Eropa yaitu Carl Lange, yang membelokkan gagasan umum tentang emosi dari dalam ke luar. Diusulkan serangkaian kejadian dalam keadaan emosi:


1. kita menerima situasi yang akan menghasilkan emosi,


2. kita bereaksi ke situasi tersebut,


3. kita memperhatikan reaksi kita.


• Teori Cannon-Bard


Teori Cannon-Bard menyatakan bahwa emosi yang dirasakan dan reaksi tubuh dalam emosi tidak tergantung satu sarna lain, keduanya dicetuskan secara bergantian. Menurut teori ini, kita pertama kali menerima emosi potensial yang dihasilkan dari dunia luar; kemudian daerah otak yang lebih rendah, seperti hipothalamus diaktifkan. Otak yang lebih rendah ini kemudian mengirim output dalam dua arah:


1. ke organ-organ tubuh dalam dan otot-otot eksternal untuk menghasilkan ekspresi emosi tubuh,


2. ke korteks cerebral, dimana pola buangan dari daerah otak lebih rendah diterima sebagai emosi yang dirasakan.


• Teori Kognitif tentang Emosi


Teori ini memandang bahwa emosi merupakan interpretasi kognitif dari rangsangan emosional (baik dari luar atau dalam tubuh). Teori ini dikembangkan oleh Magda Arnold (1960), Albert Ellis (1962), dan Stanley Schachter dan Jerome Singer (1962).

0 comments

Post a Comment