Nama : Zahrah Khairunnisa
Kelas : 1PA14
Npm : 17515381
Perasaan dan Emosi
Biasanya,
di dalam emosi terkandung perasaan yang di miliki oleh setiap orang. Oleh
karena itu pembicaraan tentang emosi dan perasaan tidak pernah lepas dari unsur
manusia. Dari beberapa pendapat tentang emosi dan perasaan yang di kemukakan
oleh para ahli pada umumnya sepakat bahwa perasaan itu di artikan sebagai
keadaan yang di rasakan sedang terjadi dalam diri seseorang dan sedangkan emosi
terjadi hanya ketika seseorang merasakan sesuatu terjadi dalam dirinya.
Menurut Walgito perasan
dan emosi pada umumnya digambarkan sebagai keadaan kejiwaan pada organisme atau
individu yang ditimbulkan oleh adanya peristiwa atau persepsi yang dialami oleh
organisme. Pada umumnya organisme tadi akan mengalami goncangan-goncangan
akibat peristiwa atau keadaan tersebut.
- Perasaan
- Pengertian Perasaan
Perasaan ialah suatu keadaan kerohanian atau
peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang/tidak senang dalam hubungan
dengan peristiwa mengenal dan dia bersifat subyektif.
Berlainan
dengan berfikir, maka perasaan itu bersifat subyektif, banyak
dipengaruhi oleh keadaan diri seseorang. Perasaan umumnya bersangkutan dengan
fungsi mengenal artinya perasaan dapat timbul karena mengamati, menanggap,
menghayalkan, mengingat-ingat, atau memikirkan sesuatu.
- Jenis-jenis Perasaan
1. Gembira dan kegirangan
Meskipun biasanya perasaan bahagia menunjukkan
keadaan jiwa yang sihat, kegembiraan yang berlebihan atau euforia dapat
menunjukkan keadaan fizikal dan mental yang tidak sihat. Seseorang yang selalu
tampak girang sepanjang waktu berisiko mengalami gangguan jantung atau paling
tidak yang lebih masuk akal adalah gangguan mental.
2. Gelisah dan resah
Menurut ilmu perubatan China, rasa panik dan gelisah
yang muncul sepanjang waktu juga berhubungan dengan kesihatan jantung. Terlebih
jika kegelisahan itu disertai gejala-gejala seperti palpilasi (palpitations)
atau jantung berdebar dan peluh dingin.
3. Risau
Seseorang yang selalu merasa risau kemungkinan
menghadapi masalah dengan kelenjar limpa yang tidak berfungsi sebagaimana
mestinya. Gejala lain yang menyertai biasanya adalah nafsu makan berkurang,
anggota badan terasa lemah, perut kembung dan menstruasi (haid) tidak teratur.
4. Sedih dan pilu
Masalah pada sistem pernafasan terutama paru-paru
boleh membuat seseorang nampak selalu sedih sepanjang hari. Kebetulan, serangan
asma dan radang tekak cenderung juga lebih sering terjadi dalam suasana duka,
batuk-batuk lebih sering dialami orang yang hidupnya menderita.
5. Takut
Jika bukan kerana sifatnya yang memang penakut,
seseorang yang selalu ketakutan mungkin punya masalah dengan ginjal.
Kemungkinan lainnya adalah tekanan berlebih pada tulang punggung bahagian
bawah, infeksi saluran kencing atau gangguan fungsi seksual.
6. Marah
Ilmu perubatan China mengenal energi Qi, yang jika
mengalami peningkatan secara berlebih kesannya boleh membuat seseorang jadi
lebih pemarah. Peningkatan energi Qi juga berhubungan dengan munculnya masalah
pada hati, serta berbagai gejala seperti sakit kepala, pening dan mata merah.
Demikian 6 jenis perasaan manusia. Jadi apakah
perasaan Anda sekarang ini? Bosan? oh ya.. walaupun bosan berkaitan dengan
perasaan namun ia tidak termasuk dalam kategori UTAMA perasaan manusia.
Berperasaan ini normal cuma jangan berlebihan dalam
berperasaan nanti memakan diri. Cari sesuatu pengganti untuk mengubati perasaan
Anda, sebagai contoh jika Anda sedih buat perkara yang dapat mengurang dan
menghilangkan kesedihan Anda.
Agama Islam pun ada mengajar umatnya untuk mengawal
perasaan marah: Bila Anda marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Bila
duduk masih marah, maka berbaringlah. Kerana Nabi Muhammad (SAW) pernah
bersabda, maksudnya; Maka apabila salah seorang diantaramu marah dalam keadaan
berdiri, duduklah, dan apabila dalam keadaan duduk, berbaringlah!
- Emosi
- Pengertian EmosiKata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis, émotion, dari émouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. Kebanyakan ahli yakin bahwa emosi lebih cepat berlalu daripada suasana hati. Jadi, Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu dan emosi reaksi terhadap seseorang atau kejadian.Contoh berbagai macam ekspresi emosi manusia:
- Display RulesMenurut Ekman dan Friesen (Carlson, 1987) adanya tiga rules yaitu, masking, modulation,dan simulatio.1. MaskingMesking adalah keadaan seseorang yang dapat menyembunyikan atau dapat menutupi emosi yang ada didalamnya. Emosi yang dialaminya tidak tercetus keluar melalui ekspresi kejasmanianya. Misalnya orang yangsangat sedih kehilangan anggota keluarganya kesedihan tersebut dapat diredam atau ditutupi, dan tidak adanya gejala kejasmanian yang menyebabkan tampaknya rasa sedih tersebut.2. Modulation (modulasi)Modolation adalah orang tidak dapat meredam secara tuntas mengenai gejala kejasmanianya, tapi hanya dapat menguranginya saja. Misalnya karna ia sedih menangis (gejala kejasmanian)tetapi tangisanya tidak mencuat-cuat.3. Simulation (simulasi)Pada simulation orang tidak mengalami emosi, tetapi ia seolah-olah mengalami emosi dengan menampakan gejala-gejala kejasmanian. Menurut Ekman dan Friesen (Carlson, 1987) mengenai etis kalau menangis dengan meronta-ronta di hadapan umum sekalipun kehilangan anggota keluarganya.
- Teori-Teori Emosi
• Teori James-Lange
Teori ini dinyatakan di akhir abad ke-19 oleh James
dan psikolog Eropa yaitu Carl Lange, yang membelokkan gagasan umum tentang
emosi dari dalam ke luar. Diusulkan serangkaian kejadian dalam keadaan emosi:
1. kita menerima situasi yang akan menghasilkan
emosi,
2. kita bereaksi ke situasi tersebut,
3. kita memperhatikan reaksi kita.
• Teori Cannon-Bard
Teori Cannon-Bard menyatakan bahwa emosi yang
dirasakan dan reaksi tubuh dalam emosi tidak tergantung satu sarna lain,
keduanya dicetuskan secara bergantian. Menurut teori ini, kita pertama kali
menerima emosi potensial yang dihasilkan dari dunia luar; kemudian daerah otak
yang lebih rendah, seperti hipothalamus diaktifkan. Otak yang lebih rendah ini
kemudian mengirim output dalam dua arah:
1. ke organ-organ tubuh dalam dan otot-otot
eksternal untuk menghasilkan ekspresi emosi tubuh,
2. ke korteks cerebral, dimana pola buangan dari
daerah otak lebih rendah diterima sebagai emosi yang dirasakan.
• Teori Kognitif tentang Emosi
Teori ini memandang bahwa emosi merupakan
interpretasi kognitif dari rangsangan emosional (baik dari luar atau dalam
tubuh). Teori ini dikembangkan oleh Magda Arnold (1960), Albert Ellis (1962),
dan Stanley Schachter dan Jerome Singer (1962).

Zahrah Khairunnisa
0 comments
Post a Comment