Paper 11
“Manusia
dan Keadilan”
Pengertian
Keadilan adalah suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak
memihak serta tidak sewenang-wenang. Menurut kamus besar bahasa indonesia
(KBBI) kata adil berasal dari kata adil, adil mempunyai arti yaitu kejujuran,
kelurusan, dan keikhlasan yang tidak berat sebelah.
Makna
Keadilan dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang tidak
berdasarkan kesewenang-wenangan. Keadilan juga dapat diartikan sebagai suatu
tindakan yang didasarkan norma-norma, baik norma agama maupun hukum. Keadilan
ditunjukkan melalui sikap dan perbuatan yang tidak berat sebelah dan memberi
sesuatu kepada orang lain yang menjadi haknya.
Macam-Macam
Keadilan dan Contohnya
1. Macam-macam atau jenis-jenis keadilan menurut
Teori Aristoteles adalah sebagai berikut
a. Keadilan Komunikatif : Pengertian keadilan
komunikatif adalah perlakuan kepada seseorang tampa dengan melihat
jasa-jasanya. Contohnya keadilan komunikatif adalah seseorang yang diberikan
sanksi akibat pelanggaran yang dibuatnya tampa melihat jasa dan kedudukannya.
b. Keadilan Distributif : Pengertian keadilan
distributif adalah perlakuan kepada seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang
telah dilakukan. Contoh keadilan distributif adalah seorang pekerja bangunan
yang diberi gaji sesuai atas hasil yang telah dikerjakan.
c. Keadilan Kodrat Alam : Pengertian keadilan kodrat
alam adalah perlakukan kepada seseorang yang sesuai dengan hukum alam. Contoh
keadilan kodrat alam adalah seseorang akan membalas dengan baik apabila
seseorang tersebut melakukan hal yang baik pula kepadanya.
d. Keadilan Konvensional : Pengertian keadilan
konvensional adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah mematuhi
peraturan perundang-undangan. Contoh keadilan konvensional adalah seluruh warga
negara wajib mematuhi segala peraturan yang berlaku di negara tersebut.
e. Keadilan Perbaikan : Pengertian keadilan
perbaikan adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah mencemarkan nama
baik orang lain. Contoh keadilan perbaikan adalah seseorang meminta maaf kepada
media karna telah mencemarkan nama baik orang lain.
Keadilan
sosial adalah suatu masyarakat atau sifat suatu masyarakat
adil dan makmur,berbahagia buat semua orang, tidak ada penghinaan, tidak ada
penindasan, tidak ada penindasan, tidak ada penghisapan.
Pengertian
Kejujuran atau Jujur adalah suatu sikap yang mencerminkan adanya
kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan. Apa yang diniatkan oleh hati,
diucapkan oleh lisan/mulut dan ditampilkan dalam perbuatan memang itulah yang
sesungguhnya terjadi dan sebenarnya.
Hakekat
Kejujuran:
Ketahuilah bahwa istilah jujur mempunyai hakekat,di
antaranya:
1. Jujur
dalam perkataan.Setiap orang harus menjaga perkataannya,tidak berkata kecuali
yang benar dan secara jujur.Jujur dalam perkataan merupakan jenis jujur yang
paling terkenal dan jelas.Dia harus menghindari perkataan yang
dibuat-buat,karena hal itu termasuk jenis dusta,kecuali jika ada keperluan yang
mendorongnya berbuat begitu dan dalam kondisi tertentu yang bisa mendatangkan
maslahat.
2. Jujur dalam niat dan kehendak.Hal ini dikembalikan
kepada ikhlas.Jika amalannya ternodai bagian-bagian nafsu,maka gugurlah
kejujuran niatnya dan pelakunya bisa di kategorikan orang yang berdusta.
3. Jujur
dalam hasrat dan pemenuhan hasrat itu.Contoh yang pertama seperti berucap’’Jika
Allah menganugerahkan harta benda kepadaku,maka aku akan menshadaqahkan
semuanya’’,Boleh jadi hasrat ini jujur dan boleh jadi ada keraguan di
dalamnya.Contoh yang kedua,seperti jujur dalam hasrat an berjanji di dalam diri
sendiri.
4. Jujur
dalam amal perbuatan.Artinya harus menyelaraskan antara yang tersembunyi dan
yang tampak, agar amalan-amalannya yang zhahir tidak terlalu menampakkan
kekusyu’an atau sejenisnya.
5. Jujur
dalam merealisasikan perintah agama. Ini merupakan derajat jujur yang paling
tinggi, seperti jujur dalam rasa takut, mengharap, zuhud, riddha, cinta,
tawakal, dan lain-lainnya. Semua masalah ini memiliki prinsip-prinsip yang
menjadi dasar di gunakannya berbagai istilah tersebut, yang juga mepunyai
tujuan dan hakikat. Orang yang jujur dan mencari hakikat, tentu akan mendapat
hakikat itu.
Pengertian
Kecurangan adalah tindakan ilegal yang dilakukan
satu orang atau sekelompok orang secara sengaja atau terencana yang menyebabkan
orang atau kelompok mendapat keuntungan, dan merugikan orang atau kelompok
lain.
Sebab
sebab kecurangan :
a) FAKTOR
EKONOMI.
Setiap manusia berhak hidup layak dan membahagiakan
dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah,
tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal-hal pintas dalam
merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara
untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
b) FAKTOR
PERADABAN DAN KEBUDAYAAN
Faktor peradaban dan kebudayaan sangat mempengaruhi
dari sikap dan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “sistem kebudayaan”
meski terkadang hal ini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan
sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat
ini memicu terjadinya pergeseran nurani hampir pada setiap individu didalamnya
sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
c) TEKNIS
Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan
bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikap adil, kita pun
mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali
untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus
bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain.
Dengan kata lain kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
Pembalasan
adalah
sebuah perilaku yang ditujukan untuk mengembalikan perbuatan sesorang. Ada
pembalasan dalam hal kebaikan dan ada pembalasan yang bersifat buruk.
Penyebab
pembalasan:
a. Karena
melakukan perbuatan yang dilarang dalam hukum ataupun agama.
b. Karena ada suatu aksi atau perbuatan yang
menyebabkan orang ingin merespon aksi tersebut.
c. Karena
sebagai ucapan terimakasih (pembalasan atas perbuatan positif).
Contoh
dari pembalasan:
Pembalasan yang positif cenderung akan menimbulkan
hal yang positif. Sebaliknya, pembalasan yang negatif akan menimbulkan hal yang
negaitf pula pada subjek.
Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan
bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan
pembalasan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan dan
pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang. yaitu siksaan di neraka.
Nama
baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga
dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan
bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak
ternilai harganya.
Pemulihan
nama baik:
Keadilan tentang pemulihan nama baik. dimana banyak
sekali kasus tentang salah tangkap tersengak. mau tidak mau orang yang salah
tangkap tersebut secara tidak langsung adalah korban pencemaran nama baik. mau
tidak mau orang tersebut harus bisa mengembalikan nama baiknya. dan di batu
oleh pihak kepolisan yang menangkapnya.
Pada
hakekatnya nama baik itu adalah bukan sekedar sebuah nama,
tapi nama baik adalah sesuatu yang perlu dipertahankan dan dijaga. Sekali
ternoda atau tercemar akan sulit memulihkannya. Apabila ingin memulihkan nama
baik yang sudah tercemar, sebaik kita melakukan perilaku yang positif, dan
tingah laku yang sopan dan satun. Selain itu kita harus bertobat kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berjanji tidak mengulangi perbutan yang dapat mencemarkan nama
baik.
Kaitan
manusia dengan keadilan,kejujuran,kecurangan dan pembalasan dan nama baik:
Pada dasarnya kejujuran akan cenderung lebih banyak
memberikan efek positif ketimbang negatifnya jika dibandingkan dengan
kebohongan alias kecurangan. tetapi bagaiman dengan bohong demi kebaikan?
sering kali kita mendengar seseorang yang mengatakan bahwa ia akan berbohong
demi kebaikan karena hal itu akan membuat keadaan terasa lebih nyaman, padahal
kebohongan yang ia lakukan hanya akan membawa dampak yang lebih buruk lagi
baginya dan dia tahu akan hal itu. orang yang melakukan kebohongan yang
demikian biasanya sadar betul bahwa hal tersebut akan membawa dampak negatif
lebih besar daripada mengatakan kejujuran, hanya saja tipikal orang yang
seperti menurut saya, tidak berpikir panjang akan konsekuensi yang disebabkan
dan kurang bijaksana dalam menentukan pilihan. karena pada dasarnya
kecenderungan seseorang untuk jujur maupun curang merupakan suatu pilihan yang
bersumber dari hati nurani, moral dan akhlak seseorang.
sumber:

Zahrah Khairunnisa
0 comments
Post a Comment