Monday, November 9, 2015

Tugas IBD

Paper 6
Cerpen tentang manusia dan kasih sayang.

Hari Terakhir

Dengan raut wajah tak begitu ikhlas,ayah mengantarkan gadis itu. Sesekali laki-laki itu menatap ke luar jendela taksi.Di luar sana tak banyak angkutan umum dan mobil pribadi yang berlalu-lalang. Kendaraan yang berlalu lalang hanyalah angkutan umum dan beberapa taksi. Berbeda dengan jakarta yang penuh sesak dengan macam-macam kendaraan bermotor dengan bentuk yang sama.
Risa,anak ayah satu-satunya berusaha mengatur napas. Ini yang pertama baginya. Dia belum pernah ke kota ini. Biasanya nenek yang mengunjungi jakarta di temani suster nya.
“ini gara gara si nenek tua itu” ucap risa dalam hati.
“nak,ini cuman sementara ya,nanti di saat usaha ayah sudah lancar,kamu akan balik lagi ke jakarta,melanjutkan pendidikan kuliah dan mengejar cita citamu melanjutkan kuliah di fakultas psikologi” ayah mencoba memulai percakapan.
 “tapi bukan begini juga caranya ayah! Aku tidak mengerti bagaimana caranya mengurus orang tua!” bentak risa.
Besoknya,risa sudah mulai mengurus neneknya.
“nenek harus makan,kalau tidak makan nanti ngga bisa minum obat.”  “masakan lisa tidak enak. Nenek engga suka”.
“namaku risa nek bukan lisa,masa nenek lupa sih?”
“lisa nenek mau makan kue”
“risa nek risa!” bentak risa dengan kesal.
Nenek mulai berdiri perlahan-lahan dari tempat duduknya dn langsung mengambil setoples kue,dia makan kue dengan sangat belepotan. Risa langsung mendekatinya dan membasuh bibirnya yang belepotan.
“lisa disini terus kan menemani saya?”
“iya nek,kita saling menemani kok.. kan kita cuman berdua disini.”
Enam bulan kemudian risa sudah terbiasa mengurus nenek di toraja. Dan lambat laun dia mulai terbiasa dengan suasana toraja dan sudah terbiasa mengurus nenek. Hingga pada suatu saat dia mengobrol santai dengan  nenek di teras.
“nenek mau ikut ke jakarta?tinggal bersamaku?” tanya risa
“Tinggal disini aja ya. Saya sudah lama disini ”
“lisa juga tinggal disini aja ya?”
“namaku risa nenek,bukan lisa”
Nenek tersenyum. Matanya bersinar hangat. Baru kali ini risa merasa ada sesuatu yang aneh bergerak di dadanya. Perasaan yang sebelumnya tak pernah dia rasakan. Percakapan dari hati ke hati,walaupun tak terdengar jelas apa yang nenek bicarakan tetapi sedikit demi sedikit menyentuh hati risa juga.
Kemudian malam hari nya nenek tertidur pulas di samping risa. Sebelum nenek tidur, risa membacakan sebuah cerita dari buku yang dia bawa dari jakarta. Dan nenek,walau mungkin tak paham,tampak menyimak dengan senang. Gadis itu lalu merapikan selimut nenek agar dapat membungkus tubuh nenek. Risa sangat sayang dengan nenek. Dan dia pun tak ingin pulang.
Besok paginya,risa tak pernah mengira kejadian itu terjadi sebuah peristiwa yang mengejutkannya. Belum sempat dia merapikan rumah,menyiapkan srapan, dan mandi,teriakan nenek dari kamar mandi seolah menghentikan jantungnya. Secapat mungkin risa berlari menyusulnya.
“nenek saya terjatuh dari kamar mandi, saya nggak tahu beliau tadi pagi ke kamar mandi sendirian,ini salah saya dok!”   tangis risa saat menelepon dokter.
Gemuruh sirine terdengar memekkan telinga. Risa tak ingin kehilangan seseorang yang dia sayangi lagi. Cukup kakek yang pergi,nenek tak boleh pergi.
Di ambulans nenek menghirup oksigen yang mengalir dari tabung oksigen. Matanya terpejam, tapi tak lama kemudian terbuka. Risa bercucuran air mata di sebelahnya tanpa suara.
“lisa...”
“nenek bilang tadi malam selalu ingin ku temani. Megapa sekarang sakit begini?” potong risa.
“lisa jangan menangis..”
Risa tak menjawab. Tangisnta malah semakin tak terdengar.
“lisa tak apa apa nenek tinggal sendirian ya?” nenek menggenggam tangan kanan risa rapat rapat.
Risa tak sanggup menjawab,tangan kirinya seolah menghapus cepat air matanya.
“lisa jaga diri baik baik ya”
Risa berusaha tersenyum walau matanya kini sudah memerah. Genggaman tangan nenek sudah melemas dan tidak kuat lagi.
Nenek menghembuskan napas terakhir.
Ya, risa tahu tahu ini akan terjadi walaupun dia tak ingin. Dia mencium kening nenek dan berbisik “Innalillahi wainnailaihi rojiun.. selamat jalan nek. Risa sayang nenek”


THE END.


0 comments

Post a Comment